5 Cara Sukses Ternak Burung Wambi Bagi Pemula

Diposting pada

Burung wambie atau sering juga disebut dengan nama hwa mei merupakan burung yang sangat langka pada saat ini, dikarenakan burung ini yang berasal dari negara china yang di impor ke negara lokal seperti indonesia ini sudah dibatasi bahkan dihentikan sejak wabah penyakit flu burung yang pernah terjadi.

Burung ini memiliki suara kicauan yang sangat keras, nyaring, kuat dan kristal dan tidak sedikit para hobiis kicau mania yang masih mencari keberadaannya burung ini walaupun sudah sulit dan jarang ditemui. Dengan kelangkaan burung wambie dipasaran yang berdampak pada harga yang tidak stabil. Tidak heran jika harga burung wambi ini dapat melambung dan melejit tinggi (mahal).

Namun jika dianalisa berdasarakan para penggemar burung wambie yang ada di indonesia ini, akan menjadikan ladang dan peluang usaha yang baik jika kita mencoba untuk belajar beternak / membudidaya burung wambi tersebut, karena sangat memiliki prospek yang baik di peluang bisnis yang sangat menjanjikan tentunya.

Trik mudah budidaya burung wambie

Wambie atau hwa mei, yang dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Garrulax canorus, dalam bahasa inggris disebut Melodious laughingthrush atau Chinese hwamei merupakan burung yang biasa hidup di semak-semak dan hutan bambu, burung wambi ini merupakan burung impor asli yang berasal dari cina.

Kesukaan pakan burung yang satu ini, sangat menyukai buah-buahan dan serangga kecil. Ciri khas dan fisik yang dimiliki burung ini adalah hampir sebagaian besar bulunya berwarna coklat, hanya saja didekat garis kelopak alis matanya berwarna putih.

Baca selengkapnya :  Rahasia Beternak Burung Cucak Ijo Agar Berhasil

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 26 cm yang cukup sedang, dengan paruh dan kakinya yang kekuning-kuningan, volume suara yang dimiliki oleh burung ini sangat luar biasa (cetar membahana) jika sudah jadi. Namun burung wambie ini juga tergolong burung yang cerdas dan mampu menirukan suara-suara jenis burung ocehan lainnya.

1. Persiapan kandang

Langkah awal untuk beternak burung wambi ini adalah menentukan kandang yang baik dan berkualitas agar dapat memperlancar proses peternakan burung tersebut. Namaun ada beberapa faktor yang menentukan kualitas dari kandang yang layak untuk dijadikan kandang ternak burung tersebut yaitu : Jenis bahan yang baik yang digunakan untuk kandang ternak burung ini dengan menggunakan bahan yang kuat / baru, yang tidak mudah lapuk, seperti kayu jati, kayu kaso yang kuat, kawat yang tebal serta baja ringan alumunium untuk pondasi dan sket kandang tersebut.

kandang-reproduksi-wambi

Tujuan pembuatan kandang : buatlah 3 jenis kandang dengan tujuan dan fungsi yang berbeda, seperti kandang ; reproduksi, pembesaran dan pendewasaan.

2. Pakan yang diberikan

Burung wambie ini tergolong jenis burung omnivora sehingga pakan nabati yang didapat diberikan kepadanya berupa : Buah Apel, pir, pepaya, pisang dan mentimun. Namun untuk makanan yang mengandung hewani seperti : jangkrik, kroto, belalang, cacing tanah, ulat kandang dan ulat hongkong.

Tidak hanya cukup dalam pemberian pakan alami seperti nabati dan hewani, namun anda sebagai peternak ada baiknya juga memberikan pakan pokok setiap harinya dengan menggunakan voer yang sangat baik dan banyak membantu untuk tumbah dan kembang dari burung indukan / anakan wambie tersebut.

Voer yang dikonsumsi burung ini sangat baik dan banyak mengandung protein, nutrisi, mineral dan masih banyak lainnnya sehingga mampu melengkapi kebutuhan asupan burung yang sedang ditangkar (diternak) agar cepat membuahi telur dan aktif selalu untuk berproduksi dengan baik.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Budidaya Ulat Hongkong Agar Cepat Sukses

3. Seleksi Indukan

Membedakan indukan jantan dan betina

Cara membeakan antara indukan yang jantan dan betina adalah sebagai berikut :

  • Tubuh indukan jantan jauh lebih panjang dan ringan, dan tubuh indukan betina pada umumnya berbentuk bulat lebih buntet dan berisi.
  • Indukan jantan jika sedang berkicau jauh lebih nyaring (kristal) dan bervariasi.
  • Capit urang indukan jantan untuk indukan jantan jauh lebih keras dan rapat jika dibandingkan dengan indukan yang betina.

Indukan berkualitas

Setalah anda mengetahui perbedaan dari kedua jenis kelamin indukan yang akan diternakkan, ada baiknya juga anda harus memilih indukan yang bagus dan berkualitas untuk diternakkan agar hasil anakannya juga akan menghasilkan anakan (piyikan) yang baik sesuai gen trah indukan asalnya.

Bagaimana cara memilih indukan burung wambie yang memiliki kualitas baik ?.

Ciri-ciri sebagai berikut :

  • Burung yang bergerak dengan lincah, gesit dan aktif.
  • Memiliki bulu yang rapih dan bersih.
  • Matanya jika dilihat bening , bersih, jernih dan tidak terserang penyakit katarak.
  • Bentuk postur dari ujung kepala hingga ujung kaki normal, tidak cacat.
  • Rajin berkicau dengan kualitas suara terbaiknya, serta gacor dor

4. Proses Reproduksi

Burung wambi yang sudah dewasa dan siap untuk dijodohkan atau dikawinkan bila sudah berumur 9 bulan khusus untuk burung indukan betina, namun untuk indukan yang jantannya sekitar usia 2 – 3 tahun lamanya baru siap dan boleh untuk ditangkarkan. Dengan menjodohkan burung wambie tersebut haruslah dengan cara-cara dan tahapan yang tepat, agar berhasil dalam proses reproduksi mencetak anakan yang berkualitas sesuai yang diharapkan tentunya.

burung-wambie

Tahapan awal sebelum kedua burung / pasangan indukan ini dijodohkan, adabaiknya diperkenalkan terlebih dahulu dengan sangkar yang berbeda tempat. Namun diletakkan berdekatan agar kedua burung saling kenal dengan pasangannya dan terbiasa dengan lingkungan dan cepat beradaptasi, proses pengenalan burung ini memakan waktu kurang lebih satu minggu (7 hari), analisa dan amati kedua burung ini.

Baca selengkapnya :  Rahasia Sukses Budidaya Walet

Jika sudah memperlihatkan perilaku yang sudah akrab dan saling menyahut antara kicau jantan dan betina, dan apabila saat istirahat kedua burung saling mendekat dan berdempetan ketika tidurnya, besar kemungkinan burung tersebut sudah berjodoh dan dapat untuk menyatukannya di kandang reproduksi yang telah disiapkan sebelumnya.

Apabila kedua indukan jantan dan betina sudah berjodoh, pasti akan kawin dan membuahkan telur, serta mengeramkan (ngangkrem) yang dierami oleh indukan betina selama 14 hari lamanya, jika telur sudah menetas berilah pakan yang mengandung protein dan nutrisi yang baik untuk burung indukan maupun burung anakan (piyikan) yang sedang diloloh oleh indukan betinanya selama kurun waktu 1 – 2 minggu.

Dalam waktu ini anakan burung dapat disapih dan dipisahkan oleh indukan betinanya yang kita pindahkan ke dalam kandang pembesaran (inkubator) khusus untuk perawatan piyikan anakan burung tersebut, dengan tujuan agar indukannya tidak berfokus mengurusi anakan pertamanya dan bisa fokus ke reproduksi telur baru dan bertelur lagi.

Daftar Pustaka:

  • MacKinnon, J., K. Phillips, B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI dan BirdLife IP: Bogor.
  • Sankaran, R. 1998. An annotated list of the endemic avifauna of the Nicobar islands. Forktail 13: 17-22. PDF fulltext