Cara Mudah Ternak Cucak Rowo Bagi Pemula

Diposting pada

Di setiap daerah, burung cucak rawa memiliki nama yang berbeda-beda, untuk didaerah pulau jawa biasa disebut cucak rowo, sedangkan didaerah pasundan biasa disebut cucak rawah. Dalam bahasa inggris , cucak rawa dinamakan Straw headed bulbul. Cucak rawa dapat ditemukan di negara indonesia, brunei, thailand, malaysia, singapur dan burma.

Habitat burung ini adalah sangat menyukai daerah rawa-rawa, tepian sungai dan hutan yang lebat. Khususnya di indonesia cucak rawa merupakan burung yang populasinya semakin hari semakin menyusut, dikarenakan perburuan oleh banyak orang yang sengaja menangkapnya di alam liar.

Dengan langkanya burung ini maka tidak heran jika burung cucak rawa ini memiliki harga yang tinggi dan termasuk burung yang ekslusif karena pembelinya adalah kalangan ekonomi keatas, seperti pejabat, direktur dan pengusaha sukses yang berkantong tebal.

Walaupun harganya cukup mahal, namun tidak sedikit orang yang menyukai dan memelihara burung satu ini sebagai peliharaan kesayangan. Selain kicauannya yang merdu, dengan memiliki burung ini bertujuan agar dapat menaikan pamor dan citra bagi pemiliknya.

Cucak rawa yang dijual dipasaran sangat beragam harganya, tergantung darimana burung ini diperoleh, jika didapatkan dari tangkapan hutan, harga cucak rawa per ekornya sekitar Rp.5,5 juta, sedangkn untuk anakan umur 3-4 bulan dari hasil penangkaran sekitar Rp.3 – 5 juta rupiah per ekornya.

Burung cucak rawa ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, peluang usaha di ternak cucak rawa sangatlah menjanjikan dan sanga baik prospek kedepannya nanti.

Cara Beternak Burung Cucak Rawa

Cucak rowo yang memiliki nama latin (Pycnonotus zeylanicus) merupakan burung yang menjadi trend dan populer karena kelangkaan burung ini karena hampir punah pada habitatnya. Di indonesia burung ini dapat dijumpai di daerah seperti jawa, kalimantan, sumatra, sulawesi, papua, lombok, riau dan nias. Burung ini tergolong burung jenis omnivora pemakan segala, baik hewani seperti. Segala jenis serangga maupun nabati seperti nektar bunga dan buah-buahan.

Agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik, ada baiknya burung ini juga baik jika diberikan voer setiap harinya.

Kandang

Jenis Dan Tujuan Pembuatan Kandang

Jenis bahan yang dapat digunakan, untuk membuat kandang burung cucak rawa ini, haruslah menggunakan bahan yang kuat, tidak mudah putus dan tidak mudah lapuk. Seperti kayu jati dan ram kawat yang tebal. Namun ada beberapa tujuan yang berbeda-beda dari jenis kandang cucak rawa ini seperti :

a. Kandang reproduksi

Kandang reproduksi berfungsi sebagai tempat produksi membuahkan atau menghasilkan telur dari hasil perkawinan yang telah dilakukan oleh indukan burung cucak rawa jantan dan betina. Di dalam kandang reproduksi ini wajib tersedia tempat sarang untuk bertelur dan mengerami telur-telurnya.

Tempat sarang burung cucak rawa ini dapat dibuat menggunakan bahan dasar dari papan kayu berbentuk persegi panjang atau sama sisi. Didalam tempat sarangnya diberi rerumputan kering, daun pinus kering, ijuk, serutan kayu dan daun jagung yang telah dijemur hingga kering.

Usahakan dalam membuat sarang burung cucak rowo harus lebih dari satu, dengan ditempatkan pada lokasi yang berbeda-beda. Dikarenakan burung ini sangat sensitif oleh faktor lingkungan yang ada. Indukan burung ini akan bersarang ditempat yang menurutnya nyaman dan aman dari gangguan predator. Ukuran kandang reproduksi ini disesuaikan dengan lahan yang dimiliki serta memperhatikan kenyamanan induk cucak rawa. Dalam satu kandang reproduksi hanya ada sepasang burung cucak rawa dengan ukuran kandang adalah panjang x lebar x tinggi = 270 x 200 x 250 cm.

Baca selengkapnya :  Manfaat Terapi Bambu Gila Untuk Perpanjang Durasi Ngekek Lovebird

kandang-produksi

b. Kandang pembesaran

Kandang pembesaran ini digunakan untuk membesarkan anakan burung cucak rawa yang sudah dipisah / disapih atau yang masih diloloh (Umur 1 minggu) hingga berumur sekitar 6 bulan. Ukuran kandang disesuaikan dengan besarnya jumlah anakan cucak rawa yang dimiliki. Untuk anakan yang masih diloloh, kandang pembesaran berupa inkubator dengan lampu penghangat.

c. Kandang pendewasaan

Kandang pendewasaan digunakan untuk memelihara cucak rawa remaja hingga dewasa atau siap bereproduksi. Ukuran kandang pendewasaan tergantung jumlah anakan cucak rawa yang dimiliki, tidak mesti satu kandang untuk satu ekor burung cucak rawa.

Berikan Makanan Burung Yang Berkualitas

Karena termasuk burung omnivora , makanan favorit cucak rowo ini sangatlah mudah untuk didapatkan dan banyak tersedia dipasar, dengan harga yang terjangkau. Adapun pakan jenis nabati yang dapat diberikan untuk burung cucak rawa antara lain : tomat, pepaya, pisang, jagung dan buah apel.

Untuk pakan yang menandung protein hewani sebagai sumber tenaga yang baik. Agar dapat menjaga kesehatan dan keseimbangan daya tahan tubuh burung ini seperti : jangkrik, kroto, siput, cacing, orong-orong, ulat hongkong (UH) dan belalang.

Seleksi Indukan

Tahapan selanjutnya untuk memulai beternak cucak rawa adalah memilih calon indukan cucak rawa. Dengan induk yang berkualitas maka dapat diharapkan akan memperoleh anakan yang berkualitas juga tentuya. Burung cucak rawa ini siap dikawinkan setelah usia 1 – 1,5 tahun untuk calon indukan betina. Namun untuk cucak rawa jantan sekitar 1,5 – 2 tahun.

Untuk membedakan indukan jantan dan betina, ciri-cirinya sebagai berikut :

1. Burung dengan tulang dibagian perut dekat kloaka, biasanya disebut dengan capit urang jika agak renggang adalah jenis kelamin betina.
2. Burung yang tulang dibagian perut dekat kloakanya agak rapat adalah jantan.
3. Postur tubuh cucak rawa jantan umumnya lebih besar dibanding cucak rawa betina.
4. Cucak rawa jantan umumnya jika dilihat dari gerak gerinya. Burung agak lebih lincah dibandingkan dengan betina.
5. Namun untuk panjang ekor cucak rawa jantan jauh lebih panjang ukurannya jika dibandingkan dengan betina.

Setelah mengetahui jenis kelamin cucak rawa jantan maupun betina, langkah selanjutnya adalah memilih indukan yang berkualitas. Berikut ciri-ciri indukan yang memiliki kualitas baik antara lain :

1. Bulunya bersih dan tidak rontok
2. Kicauannya merdu, nyaring, kristal dan bervariasi.
3. Tubuh normal, dan tidak cacat.
4. Dubur bersih yang menandakan burung sedang dalam kondisi sehat / tidak sedang diare.
5. Matanya bersih serta gerakannya lincah dan aktif.
6. Memiliki nafsu makan yang baik dan memiliki birahi yang stabil dan rajin berkicau (gacor).

Proses Reproduksi

Cucak rowo siap dijodohkan bila sudah berumur (mapan) dan sudah memasuki masa produksi cucak rowo. Dalam proses perjodohan ini ada dua cara yang dapat anda lakukan antara lain :

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Perawatan Kolibri Raja Agar Cepat Gacor

Penjodohan dengan sistem koloni

Dengan menggunakan sistem ini, anda perlu memerlukan burung cucak rawa cukup banyak, karena beberapa calon indukan cucak rawa ditempatkan pada satu kandang sehingga cucak rawa jantan akan memilih sendiri pasangan betina / jodohnya sendiri. Agar dapat mengetahui pasangan indukan yang dijodohkan benar-benar jantan atau betina, sebelum dimasukan kekandang koloni sebelumnya diberi tanda pada kaki burung tersebut dengan menggunakan ring kawat dengan warna yang berbeda agar tidak tertukar dan bingung nantinya. Untuk cucak rawa jantan dikasih warna biru dan merah untuk betina.

Setelah itu baru boleh disatukan dan dimasukan kekandang koloni. Namun anda harus sering dan wajib memantau perilaku burung yang ada didalam kandang koloni tersebut, jika terlihat ada pasangan yang selalu berduaan, terutama saat tidur, dan ring pada kakinya berbeda warna berarti kedua calon indukan yang mempunyai tanda cucak rowo jodoh dan sepasang pastinya. Dengan begitu sangat mudah untuk dapat membedakan burung yang pasti sudah berjodoh ataupun belum.

Lalu langkah selanjutnya cucak rawa yang sudah jodoh tersebut itu diambil dan dipisahkan lalu dimasukan ke kandang reproduksi yang terpisah dari burung-burung cucak rawa lainnya. Sama saja dengan memfilter burung yang sudah siap tangkar dengan menggunakan sistem kolonin ini.

Penjodohan dengan cara langsung

Pada sistem ini cucak rawa betina dan indukan cucak rawa jantan ditempatkan pada sangkar yang berbeda terlebih dahulu untuk saling mengenal antara satu dan lainnya. Kedua sangkar tersebut diletakan saling berdekatan. Durasi lama proses perkenalan ini memakan waktu sekitar 3 – 7 hari lamanya. Jika kedua burung saling memberikan kode dengan gerakan bahasa tubuh dan suara kicau saling bersahutan dapat diperkirakan kedua burung ini sudah berjodoh dan siap untuk ditangkar dan disatukan pada kandang reproduksi.

kandang-ternak-cucak-rowo

Namun jika pasangan indukan ini malah berkelahi di dalam kandang produksi, lalu secepatnya anda harus memisahkan kedua burung tersebut, dikarenakan burung mengalami stres, dan harus dipisahkan sementara waktu untuk mencegah terjadinya kerusakan pada burung betina maupun jantan. Namun jika tidak segera dipisahkan burung betina bisa mengalami kematian.

Lakukan perawatan harian kembali dengan terapi khusus untuk memulihkan mental kedua burung agar lebih kondusif dan tidak mudah stres dan terganggu.

Setelah berjodoh pada kandang penangkaran, biasanya calon indukan jantan dan betina akan mulai kawin. Tidak beberapa lama indukan betina akan membuat sarang dan bertelur. Setelah bertelur indukan betina biasanya mengerami telurnya sekitar 21 hari lamanya. Lalu indukan cucak rawa akan menyuapi anakannya selama seminggu. Setelah usia anakan piyikan burung ini sudah 1 minggu baru dapat di pisahkan dan dimasukan kedalam kandang pembesaran.

cara meloloh cucak rowo pada umur tersebut burung anakan dapat diloloh / disepet menggunakan suntikan yang ujungnya diberikan pentil karet agar mudah dan aman. Perlu kesabaran dan ketelatenan dalam merawat anakan burung cucak rawa pada usia tersebut, karena burung berada dalam fase yang rentan dan mudah mati.

Setelah anakan cucak rawa sudah mampu untuk makan sendiri, maka baiknya burung anakan tersebut dipindahkan kedalam sangkar / kandang pendewasaan. Agar burung anakan cucak rawa tersebut dapat tumbuh dan berkembang, berikan pakan yang mengandung protein yang tinggi seperti voer khusus burung cucak rawa maupuan pakan alami berupa, jangkrik, kroto, ulat hongkong (UH) maupun belalang. Ingat dalam memberikan jangkrik dan belalang kaki dan kepala harus dibuang, agar mencegah tersedaknya pakan pada tenggorokan burung.

Baca selengkapnya :  Mengenal Ciri Burung Kenari F1 Yang Memiliki Kualitas Terbaik

Berika multivitamin pada minumannya sesuai dosis dan anjuran yang telah ditentukan. Agar kebutuhan nutrisi anakan cucak rawa tersebut terpenuhi dengan baik.

Cara Memaster Burung Cucak Rawa

Memaster burung cucak rawa dengan burung lain adalah kegiatan melatih suara kicau burung agar dapat mampu memiliki materi wawasan serta isian yang lebih bervariasi dan unik nantinya jika burung sudah besar. Proses pembekalan materi dalam memberikan pembelajaran memperdengarkan suara burung lain ada baiknya pada usia-usia burung masih trotolan atau bahan, adapun cara yang tepat dalam memaster burung agar isiannya cepat masuk antara lain :

Suara Burung Asli

Dengan mendengarkan suara burung asli (hidup) yang sudah gacor, yang akan dimasterkan. Caranya dengan mengkrodong sangkar yang berisi cucak rawa sehingga burung dapat menyimak dan lebih konsen dalam proses pemasteran, waktu yang baik untuk memaster burung cucak rawa ini adalah saat siang hari.

Dengan cara ini anda harus mengeluarkan banyak biaya untuk membeli burung isian yang sudah gacor untuk memaster burung cucak rawa, dan juga pastinya banyak memakan waktu baik dalam perawatan dan lain-lain.

Akan tetapi nilai lebih yang diberikan dengan cara ini sangat efektif untuk dapat cepat menerima materi suara isian yang diberikan ketimbang menggunakan suara audio mp3.

Suara Audio Masteran MP3

Menggunakan kaset atau audio mp3 rekaman suara burung cucak rawa ropel atau masteran burung-burung kicau lainnya. Dalam menggunakan proses pemasteran ini harus dilakukan sesering mungkin secara insentif 24 jam nonstop berkelanjutan hingga cucak rawa mampu menirukan suara cucak rawa master di MP3.

Kelemahan dengan metode ini. Suara masteran audio burung agak lama dan susah masuk isiannya jika dibandingkan dengan suara burung asli. Keunggulannya lebih hemat dan ekonomis untuk biaya yang dikeluarkan pastinya.

Analisis Usaha

Panen burung cucak rawa ini tergantung permintaan pasar, mulai anakan yang masih diloloh, berumur 2 minggu. Hingga anakan burung cucak rawa yang berusia 3 – 6 bulan.

Berikut kita akan menganalisa modal serta keuntungan yang didapat jika sukses beternak burung cucak rawa ini.

Dibawah ini analisis usaha ternak cucak rawa dengan panen anakan cucak rawa berumur 1 bulan dengan lima pasang indukan yang siap kawin:

Biaya investasi
Pembuatan kandang : Rp 8.000.000-
Pembelian induk harga sepasang cucak rowo – beli 5 pasang @ x 16.000.000 per ekor : Rp 80.000.000-
Total : Rp 88.000.000-

Biaya operasional
Pakan : Rp 5.000.000-
Biaya Obat/lain-lain : Rp 500.000-
Total : Rp 5.500.000-
Jumlah Modal Awal : Rp 93.500.000-

Prakiraan Panen setelah dua bulan dipelihara :
Tiap Pasang menghasilkan 2 anakan sehingga 2×5 @ : Rp 5.000.000- : Rp 50.000.000-

Pendapatan = Rp 50.000.000-
Pengeluaran = Rp 5.500.000-
keuntungan ternak cucak rowo = Rp. 44.500.000-
BEP = tiga kali panen

Daftar Pustaka:

Buku: Zaenal Mu’arif, Demak 15 septermber 1974