Cara Mudah Ternak Lovebird Agar Cepat Bertelur Untuk Pemula

2 min read

ternak-lovebird

Lovebird menjadi salah satu burung favorit karena bentuknya yang unik dan memiliki warna yang beraneka ragam. Ditambah lagi dengan suaranya yangnyaring hingga dijuluki sebagai lovebird konslet, yang sering diadu oleh pemain burung dalam kontes burung cinta.

ternak-lovebird

Karena burung ini mempunyai banyak peminat, tidak ada salahnya jika anda memulai bisnis usaha ternak burung lovebird untuk menambah penghasilan anda. Penasaran bagaimana cara membudidayakan burung ini. Yuk simak ulasan cara ternak lovebird lengkap sebagai berikut!

Hal hal yang perlu diperhatikan

1. Seleksi Bibit Unggul

Sebelum memulai memperbanyak keturunan lovebird, hal mendasar yang harus dilakukan adalah pemilihan bibit unggul. Ketika memilih bibit yang berkualitas untuk dijadikan indukan perhatikan terlebih dahulu postur tubuh burung ini.

Lovebird yang berpostur sedang, leher yang panjang, tubuh, kaki, dan ekor yang simetris dan berdada lebar adalah ciri-ciri burung yang subur dan sangat pas untuk dijadikan indukan.

Tidak cukup sampai disitu saja, anda juga harus memperhatikan bentuk paruh, kepala, sayap, bola mata, hingga kelincahannya. Jenis Burung Lovebird yang bagus paruhnya berbentuk lebar, besar, tidak tipis, dan panjang.

Kepalanya juga berbentuk besar yang menandakan burung ini memiliki mental temur yang kuat, sayap mengapit rapat dan kaki bisa mencengkram dengan kuat, bola mata yang bersih dan berisnar, serta gerakannya yang lincah dan memiliki nafsu makan yang baik.

Baca selengkapnya :  5 Jenis Suara Burung Yang Memiliki Kicauan Merdu

2. Memperhatikan siklus ovulasi

Ini adalah cara mudah ternak lovebird agar cepat bertelur, yaitu dengan memperhatikan apakah burung ini sudah memasuki usia kawin. Idealnya lovebird baru bisa dikawinkan ketika sudah memasuki usia satu tahun.

Pastikan usia burung jantan lebih tua dibanding dengan betina agar mampu mendominasi ketika proses perkawinan sedang berlangsung.

3. Cara menjodohkannya

Bagi peternak pemula biasanya mengalami kesulitan dalam menentukan jenis kelamin lovebird. Oleh karena itu berikut ini ada beberapa cara untuk menjodohkan lovebird.

lovebird-jodoh

Perjodohan lovebird secara koloni

Berikut cara ternak lovebird koloni dengan proses perjodohan burung yang paling mudah dilakukan dan cepat. Dengan cara peternak menaruh dikandang yang relative cukup besar dengan banyak pasangan burung lovebird. Semakin banyak jumlah pasangan dari burung ini apabila dimasukan ke dalam kandang ternaknya semakin lebih baik.

Dengan menggunakan system koloni seperti ini bertujuan, agar burung lovebird ini akan memilih jenis pasangannya sendiri yang menurut mereka cocok dan jodoh.

kandang-ternak-lovebird-koloni

Perjodohan lovebird dengan pasangan pilihan di kandang soliter

Dengan cara ini, setidaknya peternak sudah mengetahui ciri-ciri burung lovebird yang jantan dan betina yang sudah berumur sekitar 9-12 bulan atau lebih. Pada umur tersebut burung sudah tergolong dewasa dan sudah siap masuk masa perkawinan. Namun anda juga harus mencermati juga apakah burung tersebut sudah masuk masa birahi atau belum.

Bila sudah masuk masa ini, berilah pakan khusus sayuran berupa kangkung dan tauge. Dengan catatan disini, berikan kangkung salama satu minggu full tanpa jedah. Jika sudah terpantau burung memberikan sinyal dan gerak gerik ingin kawin, maka dekatkanlah burung tersebut supaya berjodoh.

Tanda tanda pasangan burung lovebird ini sudah berjodoh, yaitu kedua burung ini saling menempel di pinggir kandang saling berdekatan, dan aktifitasnya lebih sering terlihat dengan saling mendekati. Namun jika burung tersebut sudah benar-benar berjodoh, baru boleh disatukan didalam kandang ternak / kotak yang sudah disiapkan sebelumnya.

Baca selengkapnya :  Mengenal Ciri Burung LB Pasvio Beserta Harganya

Dalam jangka waktu sekitar 2 minggu, berikan bahan-bahan untuk membuat sarang untuk menaruh telur, seperti kulit jagung yang sudah dijemur sampai kering. Dan jika sepasang burung ini sudah melakukan unjal sarang, otomatis burung sudah kawin dan siap untuk mengeluarkan telurnya.

4. Pemberian makanan yang berkualitas

Anda juga harus memperhatikan komposisi pakan yang diberikan pada indukan lovebird. Milet, biji sawi, biji bunga matahari, benih kenari, kangkung, dan tauge merupakan makanan yang kaya akan nutrisi bagi lovebird.

Berikan mereka pakan secara rutin untuk memudahkan proses pembuahan agar menghasilkan keturunan yang bagus dan berkualitas tinggi.

5. Buatkan kandang yang nyaman

Buatkan kandang untuk lovebird dengan konstruksi yang nyaman, sehingga lovebird bisa bergerak bebas walaupun berada didalam kandang. Siapkan juga sarang telur didalam kandang dengan dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 25 cm.

kandang-ternak-lovebird-besi

Didalam sarang telur ini anda perlu menyediakan dedaunan kering, serat kayu dan ranting kering. Jika anda beternak lovebird lebih dari satu pasang, pisahkan mereka dengan kandang yang berbeda untuk mencegah pertarungan.

kandang-ternak-lovebird

Berikan lampu didalam kandang agar burung merasa hangat sehingga mempercepat proses bertelur. Jangan gunakanlampu sembarangan, akan lebih baik jika anda menggunakan lampu full spektrum yang memiliki suhu 5500 kelvin. Lampu ini memiliki cahaya yang mirip dengan cahaya matahari, dan lampu spektrum juga baik bagi kesehatan lovebird.

6. Pisahkan pejantan ketika betina mengerami

Cara mudah ternak lovebird agar cepat bertelur adalah menggabungkan burung jantan dan betina sekitar 18 hingga 23 hari. Pada proses pengeraman telur oleh betina, lebih baik pisahkan terlebih dahulu pejantan agar burung betina merasakan ketenangan dan mencegah lovebird jantan memecahkan telurnya.

Baca selengkapnya :  Efek Samping Pemberian Ulat Hongkong Untuk Murai Batu

Jika induk betina tidak mau mengerami telurnya, dekatkan telur lovebird ini pada induk betina lain yang sedang mengerami juga.

lovebird-ngerem

Itulah 6 hal untuk mengasilkan telur yang berkualitas dari sepasang lovebird.
Catatan : Jika lovebird yang anda pasangkan tidak bertelur, bisa jadi usia lovebird belum memasuki usia perkawinan.

Tetapi jika sudah memasuki usia perkawinan tetapi tidak kunjung bertelur walau sudah dipasangkan dengan lawan jenis, maka faktor pakan dan lingkungan perlu untuk dipertimbangkan.