Cara Mudah Beternak Burung Poksay Hongkong Untuk Pemula

Diposting pada

Assalamualaikum wr wb, bagaimana kabarnya para sobat kicau mania ?. Insyallah sehat-sehat semuanya. Amin. Selamat datang kembali di blog resmi kami Kacer.Co.Id. Dan disini kami akan membahas informasi yaitu tentang “Cara Mudah Beternak Burung Poksay Hongkong Untuk Pemula” berikut dibawah ini penjelasan lengkapnya :

Poksay hongkong atau sering disebut poksay pipi putih, dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan nama Black throated laughingthrush merupakan burung yang berasal dari china dan asia tenggara seperti vietnam, laos, thailand, myanmar dan kamboja.

Poksay hongkong ini bisa ditemukan, disemak-semak hutan yang lebat da pepohonan bambu. Di negara kita (indonesia) burung poksay ini merupakan burung impor, termasuk burung yang langka dan sulit untuk ditemukan dan jarang ada di pasar burung, semenjak kelangkaan ini terjadi diakibatkan karena wabah flu burung pekan lalu yang mengemparkan. Oleh karena itu, tidak heran jika burung poksay hongkong memiliki harga jual yang relatif tinggi.

Walaupun harga burung ini cukup mahal, namun tidak sedikit para hobiis kicau mania yang menyukai dan menggemari burung jenis poksay hongkong ini untuk dapat dirawat sebagai burung peliharaan rumahan dengan ciri khas suaranya yang merdu yang sangat dinantikan oleh para hobiis di nusantara indonesia.

Namun jika anda memelihara burung ini, teman-teman harus merogoh kocek yang lumayan dan menyiapkan bajet sekitar Rp. 2 – 3 jutaan per ekornya.

Dengan demikian ini akan menjadi peluang emas yang menjadi prospek cukup baik jika kita mampu membudidayakan beternak burung yang satu ini, dan didukung lagi para peternak burung ini masih tergolong sedikit, sehingga dengan tingkat persaingan yang sangat rendah. Tidak ada salahnya jika teman-teman yang sebagai pemula untuk mencoba dan belajar beternak burung poksay hongkong ini. Berikut simak ulasan selengkapnya disini :

Trik Dan Tahapan Awal Untuk Budidaya Burung Poksay

Persiapan Kandang Ternak

Langkah awal untuk beternak burung poksay adalah membuat kandang ternak / penangkaran yang berkualitas baik agar dapat berjalan dengan lancar produksinya.

Bahan yang digunakan untuk kandang ternak haruslah kuat dan memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang, bahan dasar pembuatan kandang seperti kayu jati yang tidak mudah lapuk dan ram kawat yang tebal dan tidak mudah berkarat.

Dalam proses pembuatan kandang ternak ini terbagi menjadi tiga jenis kandang dengan tujuan yang berbeda-beda, seperti : kandang reproduksi, kandang pembesaran dan kandang pendewasaan, volume ukuran dari ketiga kandang ini berbeda beda ukurannya.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Beternak Burung Beo Untuk Pemula

a. Kandang reproduksi

Tujuan pembuatan kandang reproduksi ini berfungsi sebagai tempat indukan / pasangan burung poksay hongkong untuk melakukan perjodohan, perkawinan dan mengerami telur anakan hingga menentas, bentuk ukuran kandang reproduksi dapat disesuaikan dengan tempat luas lahan dan linkungan sekitar yang kiranya aman dan nyaman dari berbagai gangguan hewan predator lainnya yang dapat mengganggu proses reproduksi burung poksay hongkong tersebut.

kandang-reproduksi-poksay-hongkong

Bentuk dan standar ukuran kandang ternak reproduksi, berbentuk persegi panjang maupun persegi sama sisi, dengan model desain kandang harus melengkapi posisi tangkringan yang terdapat pintu harian dan pintu kotak sangkar, sediakan juga wadah pakan dan air minum, wadah mandi burung, glodok dan sarang tempat untuk menaruh telur, dan saluran pembuangan air untuk mencegah datangnya serangga kecil semut atau tikus yang mengganggu.

Desain interior kandang yang disesuaikan dengan tempat yang ada. Buatlah desain di dalam kandang reproduksi senyaman mungkin seperti suasana di alam liar, dan jika lebih maksimalnya sediakan pompa air mancur yang terus memberikan suara terapi gemericik air agar burung yang diternak menjadi rileks dan tidak mudah stres.

b. Kandang Pembesaran

Pembuatan kandang pembesaran ini berfungsi sebagai, tempat untuk menampung anakan burung (piyikan) yang baru disapih. Biasanya umur anakan burung poksay dapat boleh dipisahkan dan dimasukan ke kandang pembesaran ini sekitar umur 1 bulan dan dapat diloloh oleh kita sebagai penangkarnya harus tertib dan rajin mengontrol dan memberikan pakan anakan. Karena dalam melewati masa-masa ini sangat sulit dan rentan dalam kematian.

c. Kandang pendewasaan

Tujuan dalam pembuatan kandang pendewasaan berfungsi untuk memelihara poksay hongkong dari umur remaja hingg menjadi dewasa, desain ukuran kandang ini setidaknya dapat diisi lebih dari satu burung poksay hongkong agar dapat mudah dalam perawatannya.

Buatlah kandang pendewasaan dengan ukuran yang minimalnya sekitar tinggi 50 cm, lebar 45 cm, dan panjang sekitar 65 cm dengan kapasitas yang dapat di isi oleh burung bahan sekitar 5 – 7 ekor. Dengan demikian ukuran yang anda buat disesuaikan dengan jumlah burungnya tersebut

Pemberian Pakan Burung Ternak

Burung yang satu ini termasuk golongan jenis omnivora, pemakan segala. Baik buah dan serangga. Yang sangat membutuhkan banyak asupan baik nabati maupun hewani. Sehingga pakan untuk burung poksay hongkong ini sangat mudah didapatkan dan banyak tersedia dipasaran dan kios burung terdekat dengan harga yang masih terjangkau.

Adapun jenis makanan nabati yang dapat diberikan kepada poksay hongkong tersebut adalah seperti : buah tomat, pepaya, pisang, jagung dan apel.

Baca selengkapnya :  Inilah Proses Penjodohan Burung Murai Batu Agar Cepat Berhasil

Untuk jenis pakan hewani seperti : jangkrik, kroto, cacing, orong-orong, ulat hongkong dan belalang.

Dalam beternak burung ini kedua kandungan gizi yang diberikan kepada pasangan calon indukan haruslah seimbang, baik nabati maupun hewani yang mampu memberikan banyak manfaat dan serta membuat proses reproduksi burung yang ditangkar akan selalu sehat dan banyak menghasilkan telur dan anakan yang berkualitas baik tentunya.

Seleksi Indukan

Tahap selanjutnya untuk beternak burung poksay hongkong ini adalah memilih indukan calon pasangan yang berkualitas baik, sehat dan tidak cacat pastinya. Dengan indukan yang baik otomatis akan menghasilkan anakan yang baik pula tentunya.

Cara Membedakan Jenis Kelamin

Cara membedakan indukan jantan dan betina dari burung poksay ini adalah :

  • Tulang sekitar didaerah perut atau kloaka (capit urang) yang diraba akan terasa renggang adalah ciri-ciri jenis burung kelamin betina. Dan sebaliknya.
  • Untuk indukan jantan umumnya lebih jinak dibadingkan dengan yang betinanya.
  • Untuk jenis kelamin indukan yang betina tentu lebih giras dan lincah, sangat sulit untuk ditangkap didalam sangkar reproduksi.

Cara Memilih Indukan Berkualitas

Namun bagaimana cara memilih burung poksay yang mempunyai kualitas bagus dan baik jika ingin ditangkar ata diternak ?.

Ciri-ciri nya sebagai berikut :

  • Burung poksay hongkong yang mempunyai bulu bersih tidak rontok dan kusam.
  • Memiliki vokal yang keras, kencang, mengkristal dan untuk materi yang bervariasi.
  • Bentuk tubuh normal dan tidak cacat dan memiliki nafsu makan yang sangat baik.
  • Bola mata jernih tidak katarak, serta dubur juga terlihat bersih menandakan burung sedang dalam kondisi prima dan sehat, tidak mencret.
  • Memiliki birahi yang stabil dan baik.

Proses Reproduksi

Untuk poksay hongkong betina indukan yang siap untuk di kawinkan sekitar usia 9 bulan, sedangkan untuk burung poksay jantan berkisar 1 – 2 tahun. Penjodohan burung dilakukan dengan menggunakan kandang reproduksi yang memiliki ukuran yang lebar dengan berdiameter kurang lebih sekitar 2 x 2 meter, sebelum disatukan didalam kandang tersebut, ada baiknya harus diperkenalkan terlebih dahulu untuk jenis pasangan calon indukan yang akan ditangkar dengan berada didalam kandang reproduksi akan tetapi sang betinya di dalam sangkar soliter burung jantan biarkan terbang bebas kesana kemari sembari mengadaptasi kandang baru dan berkenalan dengan burung betinanya yang berada di dalam sangkar.

Masa pengenalan sekitar memakan waktu 5 hari, lihat perkembangan dan perubahan dari perilaku kedua jenis burung tersebut, jika sudah menandakan akur dan saling sahut, menyahut dengan barbagai suara jenis kicau masing-masing, dengan kemudian menandakan kedua ekor burung tersebut sudah berjodoh dan bisa disatukan didalam kandang reproduksi yang besar tersebut.

Baca selengkapnya :  Persiapan Beternak Murai Batu

Awasi terus dan amati pasangan burung di dalam kandang reproduksi secara intensif, jika keduanya tidak berjodoh dan stres, maka harus cepat dipisahkan kembali dan dikarantina terlebih dahulu. Jangan terlalu dipaksakan. Karena nantinya akan berdampak buruk dari pasangan jenis burung poksay tersebut.

telur-burung-poksay

Jika burung terlihat kiranya sudah mulai ada perubahan baik dan bisa dibilang jodohan, baru boleh disatukan kembali di dalam satu kandang tangkaran (reproduksi). Tidak lama maka burung tersebut akan kawin dan membuahi telur, mengerami telurnya serta meloloh anakan piyikan burung tersebut selama 1 minggu baru boleh dipisahkan (piyikan) nya yang akan dipindahkan ke kandang pembesaran yang sudah disiapkan sebelumnya.

Disini tugas berat bagi teman-teman penangkar yang harus rutin dan rajin merawat anakan burung atau piyikan burung poksay tersebut, dengan cara meloloh setiap waktu minimal 4 jam sekali harus sering di cek dan diberikan asupan makanan di loloh dan minumannya agar anakan burung cepat tumbuh dan berkembang dengan cepat, sehat dan rajin berkicau.

Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam merawat burung anakan poksay hongkong tersebut, karena dalam usia umur 1 minggu berjalan ke 3 bulan sangat rentan untuk dapat mati. Namun jika usia anakan burung sudah berusia 4 berjalan ke 5 bulan, namun jika anakan burung sudah dapat untuk makan sendiri baru bisa dipindahkan ke dalam kandang pembesaran.

anakan-poksay-hongkong

Dengan hasil yang sangat menjanjikan bagi para penangkar burung poksay ini pasti sangat memberikan untung yang besar dan peluang yang sangat baik dalam dunia bisnis usaha budidaya ternak tentunya.

Demikian Penjelasan yang dapat kami berikan seputar ternak poksay hongkong. Jika saya ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf. Semoga kiranya dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi teman-teman di dunia burung kicau. Terima kasih.

Daftar Pustaka :

Ali, Salim & Sidney Dillon Ripley, 1983. Bird Numbers 1015-1017 [Hill Mynas]. In: Handbook of the Birds of India and Pakistan (2nd ed., vol. 5): 191-194. Oxford University Press: New Delhi.

Clements, J.F. 2007 The Clements Checklist of the Birds of the World – 6th edition. Christopher Helm. ISBN 978-0-7136-8695-1.

MacKinnon, J., K. Phillips, B. van Balen. 2000. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI dan BirdLife IP: Bogor.