Inilah Proses Penjodohan Burung Murai Batu Agar Cepat Berhasil

Diposting pada

Sebelum anda melakukan proses penjodohan burung murai batu, peternak harusnya melakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu, antara lainnya; mengidentifikasi jenis kelamin, memilih jenis indukan yang berkualitas dan bermental baik dan layak untuk dijodohkan. Mempersiapkan kandang khusus penjodohan murai, memberikan pakan yang bermutu dan berkualitas tentunya. Dan seleksi indukan yang full birahi dan memang siap untuk dijodohkan.

Bagi para penghobi burung petarung khususnya murai batu, ada banyak sekali peluang usaha yang sangat menguntungkan jika berhasil untuk beternak / membudidayakan burung murai ini. Namun tidak semudah membalikan telapak tangan. Semua butuh usaha yang besar dan harus dapat dibayar tentunya dengan bekal kesabaran, ketelatenan, konsisten, modal materi, dan pikiran.

Namun banyak sekali para breding pemula burung murai yang bertanya Bagaimana sih cara menjodohkan murai batu agar cepat berhasil ?. Pada artikel ini akan kita bahas lengkap dibawa ini :

Untuk mengidentifikasi jenis kelamin burung murai batu sebagai berikut :

Jantan :

Memiliki bulu ekor yang relatif panjang, lebih besar, dan lebih kuat, Bentuk mata bulat, dengan sorotan mata yang tajam dan fokus. Ukuran Postur Body (Tubuh) idealnya lebih besar, Bulu bewarna hitam pekat, warna hitam yang mengkilat terlihat jelas. Terutama pada batas antara warna hitam dan kecoklatan. Dan Bulu-bulu terasa tidak terlalu kasar.

Jika dilihat dari sisik kakinya agak kasar, dubur tampak ada bagian yang menonjol, tegak lurus atau runcing, biasanya juga disebut ‘vent’ , jika diraba terasa dibagian duburnya memuncung panjang mirip sekali dengan bumbung. Yang pasti murai jantan lebih sering berkicau, dan volumenya lebih lantang jika dibandingkan betina.

Ketika masih bakalan / muda, dibagian dadanya yang nantinya akan tumbuh bulu bewarna hitam terdapat bintik-bintik besar atau sering disebut trotolan bewarna coklat belum hitam sepenuhnya.

Betina :

Sangat mudah untuk membedakan betina, murai batu betina memiliki ciri-ciri dan kebalikannya dari murai jantan yang telah dijelaskan diatas. Namun apabila burung murai betina masih bakalan, bagian dada yang nantinya ditumbuhi bulu bewarna hitam kusam, atau keabu-abuan, terdapat bulu muda bewarna keputihan dan sedikit bercampur dengan bulu warna coklat tipis yang garis warnanya memanjang kebawah.

Baca selengkapnya :  5 Cara Sukses Ternak Burung Wambi Bagi Pemula

Burung yang dipakai indukan harus cukup umur – untuk burung betina minimal harus diatas berumur 10 bulan atau kurang lebih 1 tahun, dan untuk burung jantan sekitar usia 1 tahun keatas / idealnya sekitar 1 tahun setengah. Tidak cacat fisik, atau tidak sedang mengalami pergantian bulu (molting) / mabung. Sudah birahi penuh.

Untuk proses penjodohan burung ditempatkan disangkar khusus, bisa ditempatkan disangkar ganda ataupun sangkar yang memiliki penyekat yang sewaktu-waktu dapat dengan mudah untuk dipisah / diambil. Dan dapat juga di setting untuk saling berdampingan dengan masing-masing sangkar antara jantan dan betina.

Lakukan pemberian pakan yang bergizi untuk mendongkrak performa fisik dan mental, serta Berikan pakan tambahan untuk burung-burung yang akan dikawinkan atau dijodohkan.

Tips Cara Pembauran Pasangan Murai Batu

 

1. Cara Menjodohkan Murai Batu

Sebelum proses perkawinan berlangsung, harus melalui banyak proses dan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Tahap perkenalan dan harus diperkenalkan terlebih dahulu. Tujuan dari proses penjodohan ini agar dapat dengan mudah untuk melanjut ke tahapan berikutnya. Dalam tahap perkenalan ini bertujuan untuk menaikan kondisi birahi burung agar terbiasa dengan lawan jenisnya dan dapat dengan mudah untuk proses perkawinannya nanti.

Tahapan awal dari penjodahan ini untuk mengetahui dari kesiapan pasangan indukan yang akan dikawinkan. bisa berjodoh atau tidak. Dan harus melakukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan bila burung tidak berjodoh. Jika burung tidak berjodoh maka akan terlihat burung akan berkelahi dan jika tidak segera dipisahkan maka burung betina bisa berakibat kematian nantinya jika dipaksakan untuk dijodohkan.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Beternak Burung Beo Untuk Pemula

Sebelum disatukan di dalam satu sangkar / kandang ternak, sebaiknya penjodohan burung murai betina dan jantan di dalam sangkar tunggal yang berukuran besar, sangkar penjodohan ini di batasi / diberikan kawat penyekat, dan boleh juga menggunakan sangkar yang saling berhimpitan dalam proses penjodohan. Burung jantan yang sudah birahi akan mulai merangsang si betina lewat suara kicau dan perilakunya, namun bila si betina ini tertarik, akan mengeluarkan suara khas yang menyatakan persetujuan.

Bisa juga dengan perilaku ngebekek-bekek dengan bahasa tubuh menjorok kebawah dan naik keatas (turun naik) serta dapat ngeleper membentangkan sayapnya yang berarti respon yang positif, burung bisa dikategorikan berjodoh.

Namun jika burung betina ini tidak ada sinyal dan tidak merespon burung jantan, dan burung betina hanya terdiam di tangkringan seperti ketakutan. Bisa dikategorikan burung tidak berjodoh.

Namun terus amati dan analisa dari masing-masing burung baik betina dan jantan, karena lama waktu proses penjodohan bervariasi. Bisa membutuhkan waktu yang lama dan ada yang membutuhkan waktu yang sebentar saja. Semua tergantung pada kondisi dan kesiapan birahi dari masing-masing burung.

2. Proses Perkawinan

Bila burung sudah berjodoh, sudah dapat memasuki tahapan perkawinan dengan cara disatukan ke dalam sangkar / kandang ternak yang besar tanpa pembatas atau penyekat lagi. Tidak butuh waktu lama dalam proses perkawinan.

Pasangan burung yang sudah berjodoh akan melakukan proses perkawinan. Nah dalam kondisi seperti ini, pemilik burung / penangkar harus menjaga kondisi lingkungan sekitar agar selalu tenang, nyaman dan tidak bising / berisik, agar burung yang dalam proses perkawinan ini tidak terganggu dan stres.

Proses perkawinan ini berlangsung berkali-kali, sampai masanya nanti burung betina mulai mengeram di dalam glodok yang sudah disediakan. Pada hari ketiga dalam proses perkawinan, wadah sarang serta bahan pembuat sarang dapat dimasukan ke dalam sangkar / kandang ternak.

Baca selengkapnya :  Rahasia Sukses Beternak Burung Jalak Bali

Burung murai batu betina akan merespon dan membuat jerami sangkar dengan sendirinya untuk persiapan menaruh telurnya nanti. Proses waktu mebuat sarang sekitar 2 – 3 hari. Lalu si burung betina sudah mulai ngerem dan mengeluarkan telurnya.

3. Umur Siap Betelur

Tidak kurang dari satu minggu, setelah burung betina membuat sarang, burung betina akan bertelur didalam sarang jerami di glodok yang sudah disediakan, setiap periode bertelur, kurang lebih sekitar 3 – 4 butir, setiap harinya akan dikeluar satu persatu, sampai telur yang didalam tubuh murai betina keluar semua.

Proses angkrem / pengeraman biasanya akan bergantian oleh indukan jantannya juga, akan tetapi indukan betina lebih dominan untuk mengerami telur-telurnya. Lama pengeraman bisa memakan waktu kurang lebih sekitar 2 minggu (13 – 14 hari), setelah telur-telur menetas indukan betina dan jantan mulai bergantian melolohi / menyuapi anak-anaknya.

Pada masa ini peternak murai harus menyediakan makanan yang lembut untuk dapat dengan mudah murai indukan melolohi dan diberikan langsung ke anaknya, pakan yang lembut dapat berupa campuran voer di campur air hangat dan diaduk dengan kroto segar, pakan lunak ini harus selalu tersedia rutin, dan diganti setiap 12 jam sekali agar burung piyik anakan dan indukan selalu terjaga kesehatannya.

berdasarkan pengalaman beternak burung murai batu. Kiranya artikel ini dapat membantu menambah wawasan om bos dalam dunia budidaya khususnya burung murai batu. Semoga bermanfaat dan berhasil om bos.