Inilah Kegiatan Rutin Penangkar Murai Batu

Diposting pada

Kegiatan rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh para budidaya, penangkar atau peternak burung murai yang sudah senior dan bahkan sukses mencetak burung murai batu yang sehat dan berkualitas baik, sesuai yang diharapkan oleh anda tentunya.

Rutinitas Peternak Burung

1. Pembersihan Kandang

Menjaga kebersihan kandang, merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting yang sangat menentukan kesuksesan pemeliharaan burung kicauan. Hal ini dapat meminimalisir dampak dari gangguan virus, kutu ataupun serangga lainnya yang dapat mengancam burung, dengan kebersihan lingkungan dan kandang selalu menjaga kebersihan, burung tidak dapat dengan mudah terserang penyakit, kondisi burung pasti nyaman dan tidak mudah stres.

Bentuk perawatan dalam menjaga kebersihan kandang

  • Membersihkan tempat pakan dan tempat minum setiap harinya.
  • Setiap hari / pagi hari , air minum dan pakan harus selalu diganti dengan yang baru, Air Minum dan pakan sisa yang bekas kemarin harus dibuang.
  • Setiap hari penampungan kotoran burung yang ada dibawah sangkar harus dibersihkan dan dibuang kotorannya.
  • Dan selang beberapa hari tempat penampungan kotoran burung di cuci menggunakan air dan harus bersih, lalu dikeringkan sebelum digunakan kembali.
  • Seminggu sekali sangkar harus segera dibersihkan di cuci / sterilkan menggunakan obat khusus dengan desinfektan, selanjutnya dijemur dan dikeingkan dibawah sinar matahari agar cepat kering.
  • Tempat tangkringan / pijakan kaki burung juga harus selalu dalam kondisi bersih, dan dibersihkan minimal empat hari sekali menggunakan desinfektan dan dikeringkan dijemur dibawah sinar matahari sampai kering, hal ini untuk mencegah kemunculan jamur dan penyakit kaki yang dapat menyerang burung.

2. Pemberian Pakan Dan Minum

Burung kicau murai batu sangat memerlukan pakan yang cocok pokok dan penunjang. Pakan pokok murai batu berupa voer, sedangkan pakan penunjangnya / EF nya berupa jangkrik, kroto, cacing, ulat bambu, ulat daun pisang dan lainnya. Pakan penunjang sangatlah dibutuhkan oleh burung kicauan apalagi burung sedang dalam proses penjodohan / peternakan. Intinya – baik pakan dan minum, asalkan semuanya dapat memenuhi kandungan protein dan nutrisi yang baik dalam 4 sehat 5 sempurna seperti halnya pada manusia dan hewan-hewan lainnya.

Baca selengkapnya :  Persiapan Beternak Murai Batu

Pakan pokok burung kicauan murai batu yaitu voer. Voer ini banyak sekali mengandung mineral, vitamin dan protein yang baik dan diperlukan untuk burung murai. Semua jenis / merk voer yang dijual dipasaran dapat anda gunakan yang cocok dan disukai oleh burung murai batu anda tentunya.

Untuk melihat kecocokan jenis pakan voer yang diberikan untuk burung murai batu anda, dapat dilihat dari hasil kotorannya. Bila kotoran burung murai batu anda berbentuk padat dan kering berarti jenis / merk voer yang anda gunakan untuk murai batu cocok. Lain halnya jika kotoran burung murai berbentuk lembek dan cair, pakan jenis / merk voer yang anda gunakan tidaklah cocok.

Memang tidak semua burung murai batu yang doyan makan voer, akan tetapi ada kelebihannya jika burung murai batu anda diberikan dan mau makan voer dalam pemeliharaannya antara lain:

Kelebihan murai batu mau makan voer

  • Nutrisi yang dibutuhkan Lengkap, dan dapat diatur-atur sesuai takarannya dan perkembangan umur burung.
  • Ketersediaan pakan / stok tidak bergantung pada musim, dan dapat disimpan ditempat yang aman dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Makan voer untuk murai batu sangat mudah diperoleh dipasaran.
  • Efesien dipakai untuk budidaya berskala besar.

Pemberiaan pakan penunjang / (EF) hanyalah penambah variasi pakan kepada burung. Untuk pemberian EF pakan penunjang ini disesuaikan dengan karakter burung masing-masing, dan berdasarkan pengelaman dan hanya diketahui oleh pemilik burung. Dan setiap hari juga burung murai membutuhkan air minum 4 – 5 kali dari jumlah pakannya.

Air minum yang berkualitas baik dan sangat dibutuhkan oleh burung untuk menjaga metabolisme tubuh, agar tidak mudah dehidrasi / kekurangan cairan. Catatan penting: Untuk pemberian Air Minum untuk burung murai batu, disarankan air yang sudah dimasak / air matang, agar terhindar dari bakteri PH air yang tidak terlihat. Hindari menggunakan air mentah atau air ledeng yang nantinya akan berdampak buruk pada burung murai batu anda.

Baca selengkapnya :  Tips Sukses Usaha Ternak Murai Batu Albino

3. Pembersihan Lantai Kandang

Selain burung kicauan dimandikan, kondisi kandang atau sangkar harus tetap terjaga kebersihannya, kandang yang kotor, akan mengundang berbagai macam jenis peyakit yang dapat menyerang burung nantinya.

Bekas sisa-sisa pakan yang tercecer harus rajin dibersihkan, agar tidak berjamur dan dimakan oleh burung anda. Jika pakan sisa yang telah berjamur nantinya termakan oleh burung, ini yang nantinya akan dapat membahayakan kondisi kesehatan, burung dapat terkena gangguan pencernaan ataupun keracunan. Sebelum kandang / sangkar dibersihkan ada baiknya burung dipindahkan terlebih dahulu ke kandang mandi keramba, atau kandang lainnya.

Untuk pembersihan kandang menggunakan desifektan / Aseppto sebaiknya jangan terlalu sering, karena dapat mengganggu ketenangan burung. Untuk krodong burung juga harus perlu dibersihkan minimal dua minggu sekali krodong harus dicuci bersih menggunakan sabun dan dijemur sampai kering kembali lalu krodong dapat anda gunakan kembali. Jika krodong selalu dalam kondisi kotor, burung akan terasa pengap-pengap, dan dapat dengan mudah terserang penyakit saluran pernafasan kepada burung anda.

Intinya, dalam kegiatan sehari-hari / rutinitas dalam penangkaran murai batu, sama halnya dengan rawatan harian. Perawatan yang sederhana dan terlihat sepele, namun jangan sampai anda menyepelekan pemeliharaan dan perawatannya. Kunci suksesnya adalah konsisten, yakin dan bersabar dalam beternak / budidaya burung murai batu.

Sekian informasi yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat dan dapat memabantu anda untuk menambah wawasan seputar dunia kicau tangkaran burung murai batu. Semoga bermanfaat.