Mengenal Burung Sriti (Mitos, Makanan dan Harga)

Diposting pada

Indoensia terdiri dari beberapa pulau. Di mana, setiap pulau memiliki banyak budaya, bahasa, suku dan lain-lain. Sehingga, membuat Indonesia pun kaya akan budaya dan bahasa. Selain itu, Indonesia juga memiliki flora dan fauna yang sangat banyak. Membuat Indonesia semakin kaya akan flora dan fauna.

Salah satu fauna yang mempunyai populasi cukup banyak adalah burung. Ada banyak sekali jenis burung yang terdapat di Indonesia salah satunya adalah burung sriti. Burung yang satu ini dianggap memiliki kesamaan dengan burung walet, hanya saja ukuran dari telur burung ini lebih kecil dari burung walet.

Mengenal lebih dekat apa itu burung sriti ?

Burung ini sering dijumpai di pulau Jawa, Sulawesi, Bali, Lombok, NTB, NTT, Maluku hingga Halmahera. Ciri fisik dari burung ini sangat mirip dengan burung walet, oleh sebab itu beberapa orang sering salah memanggilnya.

Hanya saja, perbedaannya bisa dilihat dari warna bulu. Sriti sendiri memiliki warna bulu hitam kehijauan, dengan bulu dada berwarna putih.

Seperti burung walet, sarang dari burung sriti pun memiliki nilai ekonomis. Hanya saja, harganya lebih murah dibandingkan dengan burung walet. Biasanya, burung ini membuat sarang di tempat yang terlindung dari panas dan hujan.

Burung ini tidak pernah membuat sarang di pohon, tetapi mereka lebih suka membuat sarang di goa-goa, di rumah penduduk atau di bawah jembatan. Sebenarnya, burung ini tidak memerlukan tempat yang gelap dan lembap. Asal tempat tersebut memiliki suhu tidak lebih dari 30 derajat, mereka bisa meninggalinya.

Baca selengkapnya :  5 Jenis Burung Kicau Omnivora Beserta Habitat Di Alam Liar

Mitos Burung Sriti

Beberapa burung erat kaitannya dengan mitos-mitos yang ada. Menyebarnya mitos tersebut, membuat sebagian orang percaya. Sriti pun tidak lepas dari mitos yang beredar di masyarakat. Ada mitos yang mengatakan, jika mau memanggil burung ini maka harus menggunakan mantra dan orang yang memanggilnya pun tidak sembarangan.

Mitos lain yang berkaitan dengan burung sriti adalah mitos burung masuk rumah. Menurut masyarakat Jawa, burung masuk rumah tidak hanya kebetulan semata, tetapi ada pesan tersembunyi di baliknya.

Menurut buku primbon mujarobat atau buku yang memuat pengetahuan tentang arti burung masuk ke rumah mengungkap bahwa, jika sriti masuk ke dalam rumah, maka membawa pertanda buruk. Di mana, dalam waktu dekat pemilik rumah diramalkan akan mengalami tipu daya oleh orang yang dipercaya.

Mitos-mitos tersebut beredar begitu saja dari mulut ke mulut. Meskipun saat ini sudah zaman modern, tapi nyatanya beberapa orang masih mempercayai mitos tersebut. Sebenarnya, kepercayaan akan sebuah mitos dikembalikan ke diri masing-masing.

img-sriti

Perilaku Burung Sriti

Setelah mengetahui mitos yang beredar tentang burung sriti, sekarang akan dibahas tentang perilaku dari burung ini, termasuk jenis makanannya.

Makanan

Burung ini termasuk ke dalam burung liar, oleh sebab itu makanannya pun berupa serangga-serangga kecil. Di mana, untuk mencari makannya, burung ini akan menyambar seperti burung walet. Cara minumnya pun sama, yaitu dengan menyambar air di sungai, rawa, kolam dan lain sebagainya.

Mudah Beradaptasi

Perilaku burung sriti yang selanjutnya adalah mudah beradaptasi. Di mana, burung ini bisa menyesuaikan diri dengan tempat bersarang dan suhu di sekitarnya. Untuk berkembangbiak pun tidak harus di tempat sepi, burung ini bisa berkembangbiak di tempat terang dan ramai.

Baca selengkapnya :  3 Jenis Pelatuk Terbaik Untuk Burung Masteran

Memiliki Kemampuan Terbang yang Jauh

Karena burung ini termasuk burung liar, maka bisa terbang jauh selama berjam-jam tanpa henti. Hal ini dikarenakan, sriti memiliki tubuh yang ringan dan konstruksi sayapnya kuat. Sehingga, memungkinkannya untuk bisa terbang berjam-jam. Bahkan, burung ini bisa mencari makanan dengan jarak 40 km.

Perkembangbiakan

Perilaku terakhir dari burung sriti berfokus pada perkembangbiakannya. Di mana, dalam membuat sarang untuk berkembangbiak, sepasang burung ini akan saling bergantian membangun sarangnya. Biasanya, pembuatan sarangnya pun relatif cepat.

Telur yang nantinya dihasilkan hanya berjumlah dua buah saja. Di mana, proses pengeramannya adalah selama 21-24 hari.

anaka-burung-sriti

Jenis Burung Sriti

Di Indonesia, ada dua jenis burung ini, diantaranya:

Burung Sriti Kembang Kalung

Jenis burung sriti yang satu ini memiliki warna tubuh hitam kebiruan dengan panjang sekitar 17 cm. Jenis burung ini memiliki habitat asli di lereng, gua, bawah jembatan, dan bebatuan.

Burung Sriti Kembang Tidak Berkalung

Kalau jenis yang satu ini memiliki postur lebih kecil, yaitu sekitar 13 cm. Sriti jenis ini tidak berkalung, ekor tidak bercagak dan dada berwarna cokelat muda.

Harga Sarang Burung Sriti

Sebenarnya, untuk membeli burung ini lumayan sulit. Hal ini dikarenakan hanya ada sedikit pembudidaya dari sriti. Biasanya yang dijual pun bukanlah burungnya, tetapi sarang dari burung sriti sendiri.

Harga dari sarangnya pun berbeda-beda, dari mulai seratus ribuan sampai tiga ratus ribuan, sesuai dengan bahan dari pembuatan sarang tersebut, itulah beberapa hal tentang burung sriti.