Apa Itu Burung Kedasih ? Berikut Penjelasan Lengkapnya Disini !

Diposting pada

Dikenal sebagai wilayah penghasil fauna beragam, Indonesia menyimpan segudang jenis burung dengan ciri khasnya masing masing. Diantara jenis burung yang tersebar di tanah air, burung kedasih menjadi jenis burung yang digadangkan sebagai pemilik suara kicauan menakutkan bagi sebagian orang.

Julukan tersebut disandangnya bukan tanpa sebab, lantaran kicauannya dipercaya membawa berita duka, serta memiliki sifat dan karakter yang aneh tapi nyata. Berikut penjelasannya.

burung-kedasih

Mitos Keberadaan Si Kedasih

Pernahkan anda mendengar suara burung yang terdengar mencekam, yang biasa menandakan adanya orang meninggal ? Jika pernah mendengarnya, kemungkinan besar sumber suara tersebut berasal dari si burung berjenis Kedasih. Bahkan terdapat mitos yang terdengar, bahwa seseorang akan meninggal dalam waktu dekat di sekitar wilayah yang mendengar suara kicauannya. Menyeramkan untuk didengar, bahkan sebagian masyarakat takut mendengarnya.

Mitos yang bermunculan di masyarakat cukup bervariasi, dengan keterangan yang berbeda beda. Ada yang menyebutkan bahwa, ketika si burung berkicau di wilayah selatan maka akan ada orang yang meninggalkan dunia di wilayah utara dan begitu pula sebaliknya. Dengan mitos seram yang dibawanya, membuat para pemilik burung kicauan sebisa mungkin menghindari suara kicauan burung satu ini.

Meminimalisir burung peliharaannya mendengar suara seram, agar peliharaan kesayangan tidak menirukan suara burung satu ini. Bayangkan saja jika suara yang biasa dihasilkan terdengar merdu, namun tiba tiba berubah menyeramkan yang begitu mengganggu pendengaran ? Kemungkinan harga jual si burung kicauan pun akan menurun drastis, atau bahkan tidak ada peminat yang ingin mengadopsinya sebab suara tersebut dianggap sebagai malapetaka.

Bukan Tauladan yang Baik Untuk Ditiru

Melepas dari mitos seram yang dibawanya, bahkan sosok asli dari burung satu ini sudah terkenal cukup buruk. Karakter yang tidak boleh ditirukan dari burung bersuara seram ini, terlihat saat musim kawin tiba. Seperti kebanyakan burung lainnya, Kedasih jantan dan betinanya akan melakukan perkawinan yang akan menghasilkan telur. Jika dilihat sekilas, nampak seperti pasangan burung lainnya yang normal.

Baca selengkapnya :  Mengenal Ciri Burung Zebra Finch Beserta Harganya

Permasalahan pun dimulai, ketika burung Kedasih yang hendak bertelur tanpa membuat sarang untuk menetaskan anaknya. Bahkan tidak adanya tempat berlindung diri dari predator pemangsa, bagaimana indukan kedasih membangun sarang anaknya ? Yang mereka lakukan yaitu mencari sarang burung lain, lalu bertelur pada sarang tersebut. Usai bertelur, indukan akan meninggalkan telurnya begitu saja.

Membiarkan indukan burung lain yang merawatnya, lantaran menganggap bahwa telur tersebut bagian dari miliknya. Ketidaktahuan indukan burung lain, merawatnya sukarela dengan mengeraminya hingga menetas. Kekejaman pun mulai tampak seusai si anakan burung Kendasih menetas, dimana mereka akan membuang telur lainnya dari sarang yang dirinya tumpangi. Menendang hingga keluar dari sarang, telur burung aslinya pun terjatuh tanpa sepengetahuan induknya.

Proses kekejaman masih berlanjut, hingga anakan Kendasih tumbuh dewasa. Mereka akan tetap disuapi dan diberi makan, oleh indukan asli dari telur yang dibuangnya. Perlakuan kejam tersebut, membuatnya dinobatkan sebagai ratu tega ataupun burung yang tak mengenal balas budi. Bahkan ketika mereka telah masuk usia matang, akan melakukan yang induknya lakukan kepada mereka. Hal ini akan terus berlanjut, bagaikan lingkaran setan yang tak pernah usai.

burung-kedasih-jahat

Dikenal miliki suara menyeramkan untuk sebagian orang yang mendengarnya, menjadikan burung jenis kedasih sebagai mitos pertanda adanya orang meninggal di wilayah tersebut. Selain populer dengan mitos yang disandangnya, burung satu ini juga dinobatkan sebagai burung ratu tega, lantaran kekejaman yang dilakukannya semenjak menetas. Membuang telur lain dan memafaatkan sangkar induk lain, sudah menjadi karakter turun temurun yang buruk untuk tidak ditiru.

Jarang sekali para hobiis kicau memiliki atau merawat burung kedasih ini, karena fakta unik yang beredar dimasyarakat sejak zaman dahulu. Karena burung jenis ini masih tergolong liar di alam bebas, dan tidak mempunyai harga jual dipasaran.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Membedakan Kenari Merah Lokal Dengan Red Intensive

Demikian Penjelasan singkat yang dapat kami berikan seputar burung kedasih. Jika saya ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf. Semoga kiranya dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi teman-teman di dunia burung kicau. Terima kasih.