Cara Pemberian Jangkrik yang Benar untuk Burung Kicau

Diposting pada

Jangkrik atau disebut juga cengkerik merupakan hewan yang berjenis serangga, sejenis dengan belalang, bertubuh rata dan berantena panjang. Seperti yang kita ketahui, bahwasannya jangkrik memiliki suara yang begitu khas dan nyaring dimiliki oleh sang jantan saja. Sang jantan akan mengeluarkan suaranya untuk mengikat betina, suara jangkrik ini akan semakin nyaring seiring kenaikan suhu.

Jangkrik ini merupakan pakan utama bagi burung, terutama bagi burung kicau dan pemakan serangga. Seperti burung kacer, Murai Batu, Cucak Ijo dan masih banyak lagi. Kualitas jangkrik juga harus diperhatikan, tidak bisa sembarangan memberikannya pada burung kicauan.

Burung kicauan ini diberikan pakan jagkrik karena, didalam tubuh jangkrik mengandung kadar protein yang tinggi dan memiliki rasa yang lezat. Hal ini membuat burung pemakan serangga sangat tertarik kepada jangkrik.

Perlu diingat, jika jangkrik yang akan diberikan kepada burung kicauan sebagai pakan harus segar, masih sehat dan tidak terkena parasit. Sebelum diberikan sebagai pakan burung kicauan, jangkrik harus dirawat dengan baik dan benar. Di bawah ini ada beberapa tahapan dalam merawat jangkrik, diantaranya :

Trik yang tepat mengasihkan jangkrik untuk burung ocehan


Cara menyimpan jangkrik

Jangkrik dapat disimpan dimana saja bisa di dalam kotak seperti pada umumnya ataupun dalam kaleng. Pada intinya, apapun jenis kandang yang digunakan poin penting yang perlu diperhatikan adalah kebersihan kandang tersebut.

Menyimpan kadang yang tidak terpapar matahari secara langsung, jauhkan dari jangkauan cicak dan semut.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Mengatasi Kacer Mbagong Saat Di Lombakan

Pakan yang baik untuk jangkrik

Memberi pakan dengan tepat kepada jangkrik berupa jagung manis yang masih muda, daun kol, kangkong, bayam dan sawi yang dapat dengan mudah di konsumsi oleh jangkrik, tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan dari jangkrik. Pakan harus selalu tersedia di dalam kadang, untuk mengantisipasi sifat kanibal pada jangkrik tersebut.

Jangkrik sebagai pakan burung kicauan sebenarnya bisa kita dapatkan dengan mudah di tempat ternakan jangkrik. Populasi jangkrik juga masih sangat banyak dan kita bisa dengan mudah menemukannya di berbagai tempat.

Bagi burung kicauan kualitas jangkrik berpengaruh terhadap suara dari burung tersebut, kualitas jangkrik yang baik akan menghasilkan kicauan yang baik. Di dalam habitatnya burung dapat secara langsung mendapatkan makanan yang masih segar berasal dari tanaman. Hal ini sangat baik bagi kehidupan burung, selain itu pakan alami tentunya masih memiliki kadar gizi yang masih baik.

Dikarenakan burung kicauan adalah burung peliharaan, maka dari itu burung tersebut tidak bisa mencari makanan secara langsung. Sebagai pemelihara burung kicauan tersebut, maka tugas bagi kita semua adalah memberikan makan yang cukup dan baik bagi burung tersebut.

Salah satu pakan yang dapat diberikan kepada burung adalah jangkrik, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika pemberian jangkrik tersebut. Banyak orang memandang sepele cara pemberian jangkrik untuk makanan burung kicauan.

Nyatanya, ada beberapa tahap untuk pemberian jangkrik pada burung kicauan ini. Jika saja kurang diperhatikan maka akibatnya akan sangat fatal pada nasib si burung kicauan kesayangan anda.

pakan-jangkrik

Tempat Penyimpanan Jangkrik

Jangkrik biasanya ditempatkan disebuah kotak, dimana di dalamnya disimpan wadah bekas tempat penyimpanan telur. Banyak yang tidak mengetahui, jika meletakan wadah bekas telur ini merupakan kekeliruan yang fatal.

Baca selengkapnya :  Cara Mudah Dan Ampuh Membersihkan Kutu Burung

Menurut beberapa pengamat dan pencinta burung lebih baik di dalam kandang jangkrik disimpan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang masih segar tentunya.

Diberikannya sayuran dan buah-buahan tujuannya sebagai bahan makanan jangkrik, dan juga sebagai asupan gizi bagi jangkrik. Karena jangkrik yang sehat, ketika diberikan kepada burung kicauan sebagai makanannya maka burung tersebut akan ikut sehat juga.

Memberikan Jangkrik yang Masih Hidup

Jangkrik yang akan diberikan kepada burung kicauan sepenuhnya harus dalam keadaan hidup, sehat, dan terlihat segar. Bahkan jangkrik yang nyaris mati tidak bisa dijadikan pakan untuk burung, apalagi jangkrik yang sudah mati. Jangkrik yang sudah mati tidak bisa diberikan kepada burung, karena kita tidak pernah tau berapa lama jangkrik itu sudah mati.

Jangkrik yang sudah mati berpotensi terjangkit penyakit yang tidak terlihat oleh mata telanjang kita. Bisa saja jangkrik yang mati tersebut terkena jamur,bakteri, kutu dan bibit-bibit penyakit lainnya. Jika jangkrik yang telah mati tetap diberikan kepada burung, maka akan mempengaruhi kesehatan pada burung tersebut.

Hindari Pemberian Jangkrik yang Salah

  • Jangkrik yang diberikan tidak boleh berukuran yang besar, jika burung yang terlalu lapar biasanya akan menelan jangkrik secara langsung. Jadi, kalau jangkrik yang diberikan berukuran besar ditakutkan akan tersangkut ditenggorokan burung.
  • Kaki jangkrik tidak dipotong, suatu kesalahan besar jika kita memberikan jangkrik yang masih memiliki kaki. Jika burung menelan jangkrik yang masih memiliki kaki yang utuh, hal ini bisa melukai tenggorokan burung tersebut.
  • Jangkrik yang diberikan tidak sehat, ciri yang sangat signifikan pada jangkrik yang sakit yaitu kondisi badannya terlihat lemas. Jangkrik yang sakit akan memiliki kepala yang empuk. Efek dari pemberian jangkrik yang sakit, akan menyebabkan burung kicauan mencret.
  • Tidak memberikan asupan vitamin pada jangkrik, karena pada dasarnya jangkrik merupakan sumber utama vitamin alami bagi burung kicau. Jika jangkrik kurang mendapatkan asupan vitamin, maka burung kicau juga tidak akan mendapatkan asupan vitamin.

Jika ingin menjaga kesehatan burung kicauan maka perlu diperhatikan pakan bagi si burung tersebut. Semoga dengan adanya tulisan ini, dapat menambah pengetahuan kita tentang cara pemberian jangkrik sebagai pakan burung kicau.