3 Jenis Pelatuk Terbaik Untuk Burung Masteran

Diposting pada

Menyebar di seluruh dunia, burung Pelatuk cukup menarik perhatian masyarakat. Lewat film Woody Woodpecker, masyarakat mulai mengenal si hewan Pematuk satu ini.

Burung ini sangat senang mematuk batang pohon yang menandakan sebagai bahasa alat komunikasi antar sesama jenis ataupun burung lainnya yang berada di kawasan teritorialnya. Perilaku uniknya tersebut, dilakukannya dengan sengaja untuk bertahan hidup. Penasaran dengan si pematuk pohon satu ini? Berikut ulasannya.

Spesies Burung Pematuk

Menurut data yang didapatkan, penyebaran hewan satu ini memang mendunia. Namun di Indonesia, tercatat sekitar 23 jenis burung pematuk dengan ciri khasnya sendiri. Dari banyaknya jenis burung pematuk, terdapat 3 jenis burung pelatuk asal Indonesia yang paling populer di masrayarat. Jenis burung Pematuk populer yang dimaksud yaitu pelatuk ulam, pelatuk tungir emas, dan pelatuk bawang.

Burung unik satu ini memiliki 2 jari kaku yang mengarah ke depan, dengan 2 jari kaki lainnya mengarah ke belakang. Bentuk kakinya yang unik, memungkinkan si burung untuk berpegangan di tempat yang memiliki permukaan vertikal. Dengan posisi tersebut,, memudahkan si burung untuk mematuk pohon. Selain sebagai tempat pegangan, jari kakinya berfungsi untuk menggenggam dan bertengger seperti jenis burung lainnya.

1. Pelatuk Ulam

pelatuk-ulam

Pelatuk jenis ulam atau sering disebut dengan pelatuk beras, menjadi burung masteran yang cukup favorit di kalangan pecinta burung kicauan. Sebab burung ini memiliki kicauan indah, dengan ciri khas yang terletak di bagian jambulnya.

Bulu yang terletak pada atas kepalanya tersebut, serupa dengan burung Pelatuk bawang. Yang membedakannya, Pelatuk jenis ulam memiliki bulu yang didominasi dengan warna hitam.

Baca selengkapnya :  Suara Perkutut Betina Mp3 - Lokal Dan Bangkok Terlengkap

Suara pelatuk ulam (beras)

Download link disini


2. Pelatuk Bawang

pelatuk-bawang

Pelatuk jenis bawang atau biasa disebut sebagai Pelatuk besi ini, memiliki ciri khas pada jambulnya yang berwarna merah. Sedangkan ciri khas pada warna tubuhnya, didominasi oleh warna hijau.

Sedangkan suara yang dihasilkannya, dirasa tidak kalah dengan kicauan burung Cililin. Untuk membedakan antara jantan dan betinanya, dapat dilihat dari warna bulu yang dimiliki. Si jantan akan memiliki jambul, yang berwarna merah sedikit gelap.

Suara pelatuk bawang

Download link disini


3. Pelatuk Tunggir Emas

pelatuk-tunggir-emas

Untuk burung pelatuk jenis tunggir emas ini miliki fisik yang lebih besar. Jika dilihat sekilas hampir serupa layaknya Pelatuk jenis bawang. Sedikit membingungkan antara keduanya, namun ada satu hal yang bisa menjadi bagian penting yang membedakannya. Perbedaan keduanya terletak pada warna hitam, yang berada di sekitar matanya.

Suara pelatuk tunggir emas

Download link disini

Habitat Asli Si Burung Pematuk

habitat burung pelatuk asli si pematuk pohon ini, terletak di kawasan hutan yang cenderung lembab dan terbuka. Pelatuk asli Indonesia banyakditemukan di daerah perhutanan Bali, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Bahkan menurut data yang didapatkan, setidaknya 10% spesies burung pematuk ini terdapat di Indonesia. Persentase tersebut menandakan bila, kawasan hutan di Indonesia memiliki kekayaan fauna yang melimpah.

Tanah air disebut sebagai negara, yang memiliki peran penting untuk persebaran burung Pelatuk. Namun disayangkan, beberapa hutan Indonesia kian tahun semakin berkurang. Burung unik ini pun bisa dikatakan terancam, akibat deforestasi yang sedang terjadi. Tidak hanya karena pembabatan hutan secara menggila, hewan satu ini mulai terancam lantaran banyak diburu secara ilegal.

Baca selengkapnya :  Mengungkap Fakta Dibalik Mitos Jenis Burung Gagak Di Indonesia

Dari sejumlah pengamatan yang dilakukan, burung unik ini tersebar di beberapa kawasan hutan di Indonesia. Di pulau sumatera, kini si Woodpecker memiliki jumlah yang tidak terlalu banyak. Sebab hewan satuini mulai sulit ditemukan, di sekitar kawasan tersebut. Hal ini dirasa sungguh disayangkan, lantaran dahulu Sumatran Woodpecker banyak diminati.

Harga yang Ditawarkan

3 jenis harga burung pelatuk asli Indonesa, memiliki nominal yang berbeda di pasaran. Untuk satu ekor Pelatuk jenis Ulam dewasa, dihargai sektiar Rp. 500 ribuan. Sedangkan anakan si Pelatuk Ulam, dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 60 ribuan.

Harga yang dibanderol untuk pelatuk bawang cukup mahal. Untuk satu ekornya saja, bisa mencapai dibawah Rp. 1 jutaan. Namun harga yang telah dipasang, sesuai kelebihan yang dimilikinya.

Indonesia menyimpan potensi luar biasa, bila dikulik satu per satu. Burung yang suka mematuk pohon, menjadi salah satu bukti nyata akan kekayaan laam yang dimiliki tanah air. Dari hasil penelitian bahkan mengatakan, negara Indonesia berhasil menyumbang setidaknya 10% spesies Pelatuk dari seluruh dunia. Namun disayangkan, banyak hutan Indonesia yang mulai gundul, sehingga populasi si Woodpecker terancam.

Catatan : suara burung pelatuk sudah gacor pasti banyak dicari oleh para hobiis kicau maniak, karena sangat baik dijadikan burung masteran untuk memaster burung kicau jenis lainnya seperti murai batu, dan kacer.